Dikampung tempat saya dilahirkan, saya memiliki seorang sepupu “si bolang”
Belajar dari bocah kecil ini, saya mulai paham bahwa apa yang guru mengaji saya katakan senyum itu ibadah
sungguh benar adanya, senyum adalah obat duka hati yang tak perlu
ditebus diapotik, sesuatu yang sulit menjadi mudah karenanya
saya jadi ingat ketika seorang polisi memberhentikan motor saya karena
sedikit melanggar aturan, kemudian tanpa sengaja saya tersenyum sekedar
mentertawakan kebodohan saya melakukan kesalahan itu, alhasil pak
polisi batal mengeluarkan surat tilang dan hanya bilang “lain kali hati hati ya mas” ah padahal senyum itu tidak sengaja loh, tetap mampu mengurai amarah.
Menurut saya senyum itu bahasa
jiwa, meluruhkan resah, ketika saya resah maka senyum orang terdekat
saya akan membantu saya melewati masa masa resah artinya ibadah bagi
yang memberikan senyum karena membantu meringanakan beban sang pemilik
resah, bahkan ketika saya tidak memiliki apa apa yang bisa saya
sedekahkan untuk mengumpulkan pahala hari ini, senyum adalah salah satu
cara mendapatkan pahala
Subhanallah, sudah hati bahagia dapat
pahala pula, terbayang gak ketika kita dihisab di akhirat nanti kita
akan terkaget kaget karena pahala kita banyak sekali, ternyata itu
semua dari senyum yang mungkin tanpa sengaja kita berikan
Saya jadi ingat seorang sahabat saya yang
dipanggil sang pemilik napas untuk pulang, didetik saat sakaratul maut
sahabat saya ini nampak tersenyum, tak terlihat ia merasakan sakit
bahkan saat jiwanya berpisah dari raga, dan semua yang berada diruang
ICU pada saat itupun lupa menangis, senyum manis perempuan muda
saat menghembuskan napas terakhirnya menyuratkan arti bahagia, sahabat
saya pasti melihat cahaya yang indah menuju lorong kepulangan bukan
lorong yang gelap menakutkan. Iya senyum terakhir ini mampu meluluh
lantakan rasa sedih karena kepergiannya, tak ada tangis lagi karena
teryakini dengan kehidupan yang lebih indah setelah kepulangannya.
Berpulang dengan senyum adalah tujuan akhir napas bukan?
Guru mengaji saya pernah mengatakan bahwa ”Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda Janganlah terlalu membebani jiwamu dgn segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dgn hal-hal yang ringan dan lucu sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yg berat ia akan menjadi buta…Semua kita diberi bibir yang indah oleh ALLAH maka jadikan bibir indah ini ladang ibadah, wajah cantik akan menjadi buruk rupa ketika terhias kesombongan hanya gara gara pelit senyum, masalahnya sang pemilik wajah tidak mengunakan bibirnya sebagai ladang ibadah… Ketika ujian demi ujian ALLAH datang dan kita masih bisa tersenyum ini adalah bagian dari sabar, bagian dari tidak mengeluh dan bagian dari ikhlas.
Jadi mulai hari ini jadikan senyum
sebagai ladang ibadah, meluluh lantakan bumi yang kian hari kian panas
dan jangan kaget ketika diakhirat nanti timbangan amal kita menjadi
berat dan bahkan mungkin mampu menghapus timbangan dosa dosa kita, maka
itu insya ALLAH dari senyum tulus yang kita berikan …
Iya, as simple as that Islam mengajarkan
saya lewat si bolang, gampang kan yah mengumpulkan pahala? daripada
cemberut, udah bikin wajah cepet tua, orang juga males liatnya, gak
dapat pahala lagi, rugi deh !! padahal didunia ini gak ada yang sulit
kalau kita memandang semua masalah dengan senyum :)
Gak punya duit senyum, gak punya pacar
ya tetep bisa senyum … jadi jangan katakan betapa besarnya malasah yang
ALLAH hadirkan tapi katakan betapa maha besarnya ALLAH yang akan
menyelesaikan segala masalah
senyum aja dulu, abis itu minta diringankan oleh ALLAH, minta diberi jalan keluar dan senyum juga ke ALLAH
jangan cemberut ke ALLAH apalagi marah, orang tinggal dikembalikan ke ALLAH koq semua masalah, pasti ada jalan keluarnya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar