Saya sering sekali mendenger “rumput
tetangga lebih indah” yang secara harfiah diartikan bahwa yang orang
lain miliki lebih bagus dari yang saya miliki, kalau saya mengulang
ngulang kalimat ini tentu saya berpikir lagi, “kalau gitu jangan lihat rumput tetangga, tapi lihat rumput sendiri” jadi kita tak merasa rumput disebelah lebih indah
selesai urusan, tapi kan gak bisa gitu yah? karena tanpa melihat keluar maka saya tak akan tahu seberapa jeleknya saya
tanpa tahu saya jelek maka saya tidak akan mau berpikir untuk memperbaiki yang jelek jelek ini, so “jadi gimana dong De, agar tetep melek liat keluar tapi gak merasa jelek” hahhaha… pertanyaan bodoh tidak dijawab kata hati nurani saya
Ok, mari duduk manis dan menyimak, saya
kutip dari status fesbuk saya yang selalu hebat kata katanya, hayah !!
iya betul, karena inilah rumput saya toh
Ada yang tidak perlu kita cari diluar diri kita, yaitu KEBAHAGIAAN.
Iya, bahagia TIDAK perlu kita cari jauh
diluar, karena bahagia ada dalam diri kita, kita yang menciptakan, siapa
bilang uang bisa membuat bahagia, kekasih tampan mampu membuat bahagia,
tidak juga. BAHAGIA, ada di dalam diri kita, semakin kita cari diluar
sana, semakin hilang kesempatan kita mencari dalam diri kita, bahagialah
dengan tubuh yang tak cantik, bahagialah meski sendiri, BAHAGIA tidak
perlu syarat (Ade a.k.a Rindu)
Coba renungkan seberapa sering saya
merasa bahwa orang lain jauh lebih bahagia dari saya dengan memiliki ini
dan itu, sementara saya tidak memiliki ini dan itu, padahal yang saya
miliki juga belum tentu dimiliki orang itu, dan orang itu pasti iri juga
dengan yang saya miliki, kan dia gak punya..
Artinya manusia memang memiliki anugerah
yang berbeda beda … yang saya miliki tidak pernah sama dengan yang
dimiliki sahabat saya, dan yang sahabat saya miliki juga belum tentu
saya miliki, kalaupun kita memiliki nikmat yang sama, katakanlah
memiliki baju yang sama dipastikan saya gak mau pake tuh baju, malulah,
masa sama, subhanallah, begitu indahnya perbedaan nikmat yang ALLAH
berikan, gak musti sama rumputmu dan rumputku, karena nikmat ALLAH tak
pernah saya *bingung mode on*
Intinya adalah rumput tetangga
selalu terlihat lebih indah, padahal rumpu saya lebih asyik, tergantung
dari bagaimana saya bahagia dengan rumput saya ini tentunya !!
tergantung seberapa tinggi rasa syukur saya atas nikmat rumput yang
kering ini, kan bagus tuh warnanya coklat kan yah?
Mari saya beri satu contoh beberapa waktu
yang lalu saya sempat terserang penyakit hati berupa iri kepada sahabat
saya yang telah berdua, sahabat yang akan menikah, atau sahabat yang
mempunya pacar ganteng dan kaya raya pula, semua yang bahagia itu saya
pandang dengan mata saya yang sangat terbatas ini, yang terlihat itu
yang saya pikir bahagia, ternyata untuk yang menjalani tidak seindah
yang saya lihat dari luar, ada yang menikah tapi suaminya galak dan
kasar dan ada suami yang mesra ke istrinya tapi mesra juga dengan
perempuan lain, wak waw !!
Yah begitulah cerita soal rumput, jadi
mulai sekarang bolehlah melihat rumput tetangga untuk introspeksi diri
bagaimana caranya kita bisa sehijau itu, tapi JANGAN iri, karena hijau
belum tentu bahagia ….